
New Season
Ada seorang ayah yang memiliki empat anak. Ia mengutus anak-anaknya secara bergiliran untuk pergi dan melihat pohon pir yang besar. Anak pertama pergi pada saat musim dingin, yang kedua pada musim semi, yang ketiga pada musim panas dan yang bungsu pada musim gugur. Ketika mereka semua pergi dan kembali, ayahnya pun memanggil mereka bersama-sama untuk menggambarkan apa yang mereka lihat.
Anak pertama mengatakan bahwa pohon itu jelek, bengkok dan melilit. Berbeda dengan kakaknya, anak kedua mengatakan bahwa pohon itu ditutupi dengan tunas hijau dan menjanjikan. Lain lagi pendapat anak ketiga, ia mengatakan bahwa pohon pir sarat dengan bunga yang berbau begitu manis dan tampak sangat indah. Anak terakhir tidak setuju dengan mereka semua, ia mengatakan pohon tersebut sudah matang, penuh buah dan penuh kehidupan.
Musim baru selalu memberikan perubahan dari musim sebelumnya. Setiap musim memberikan andil untuk memasuki musim berikutnya. Seperti tongkat estapet yang diberikan seorang pelari kepada pelari berikutnya. Tidak ada pelari yang mencapai garis finish jika tongkat itu tidak pernah berpindah tangan. Itu artinya bahwa semua musim baik, namun juga tidak baik kalau kita terus menerus berada di musim yang sama, di situ-situ saja. Sama halnya dengan pelari yang satu tidak mau melepaskan atau memberikan tongkat estapetnya ke pelari berikutnya dan akhirnya tidak pernah mencari garis akhir.
Kini waktunya bagi kita keluar dari musim lama dan memasuki musim baru. Tangkap pergerakan Tuhan dan ikutilah arus-Nya. Gereja tidak boleh berhenti bertumbuh; jadikan setiap musim yang akan kita lewati sebagai pijakan untuk menaiki anak tangga yang lebih tinggi lagi.
Mari nikmati musim baru dan jadikanlah tahun 2012 sebagai tahun kebangkitan Gereja Tuhan di mana pun kita melayani. Selamat bekerja di ladang-Nya dan terimalah musim baru-Nya. Haleluya…