HOME
| HOME |
Persepuluhan
Bank Account
BCA Juanda, Bogor'095 3030 001'
a/n GSSJA BPD JABAR
Sekretariat:
Jl. Suryakencana No. 93 Bogor - Indonesia
Telp. (0251) 9149911
Fax. (0251) 8324773
Email: gssja_bpd_jabar@yahoo.co.id
Jam Kerja:
Selasa - Jumat
Pukul 09.00 - 16.00 WIB
| New Season (Musim Baru) |
| Written by Pdt. Arif Multi |
| Tuesday, 17 January 2012 15:00 |
|
Ijinkan saya memulai dengan perenungan kata Baru. Semua orang menyukai kata “BARU.” Sebuah kata yang walaupun pendek, tapi selalu membawa kesenangan, kepuasan, kepercayaan diri dan lain sebagainya. Bagaimana tidak? Coba perhatikan mereka yang menjadi pengantin baru. Kehidupan baru yang terlihat sangat menyenangkan, ada kesan kepuasan di dalamnya karena pada akhirnya mereka dapat menikah setelah sekian lama membujang. Ada semangat baru dalam sebuah pengalaman baru. Demikian juga orang yang baru memiliki sebuah pekerjaan. Semangat bekerja begitu tinggi dan sepertinya tidak aka nada yang dapat menghalanginya untuk berprestasi dan menghasilkan karya terbaik. Ia akan bangun lebih awal, bekerja dengan tidak mengenal waktu, tersenyum kepada semua orang di kantor, tidak ada hari tanpa bertanya karena masih memiliki semangat belajar yang tinggi. Pernahkah Saudara mengalami hal seperti ini? Bagaimana dengan orang yang memiliki kendaraan baru? Motor misalnya. Setiap pagi sebelum dikendarai, motor itu pasti dicuci, diperiksa mesinnya, dipanasi tubuhnya, dipandangi tampilannya. Sesekali sang pemilik akan pergi ke toko variasi kendaraan bermotor untuk mendandaninya. Diganti pedal gasnya, diubah kaca spionnya, dan selalu ada alasan untuk mempercantik motor baru tersebut. Mengapa demikian? Karena kekuatan sebuah kata BARU. Tuhan adalah Allah yang selalu memberikan rahmat yang baru. Ia mengerti bahwa manusia selalu bergairah dengan yang baru. Oleh sebab itu Tuhan memberikan rahmatNya yang baru setiap pagi. Ia menyatakan kasihNya dengan berbagai cara yang baru. Tuhan adalah Allah yang kreatif yang selalu mengerti bagaimana memberikan hal yang baru dalam kehidupan manusia. Suatu hari saya bersama dengan seorang jemaat jogging atau jalan pagi di perkebunan teh Puncak. Jemaat ini adalah seorang yang aktif berolah raga khususnya jogging di track yang sudah tersedia di perkebunan tersebut. Setiap hari jumat ia tidak pernah absen dari kegiatannya tersebut. Pada pagi itu hari agak sedikit mendung. Kami berjalan melewati sebuah lembah dan dari sana terbentang di hadapan kami gunung Salak yang dari kejauhan tampak seperti sebuah raksasa besar yang sedang sedih. Diselimuti kabut dan terlihat hanya seperti bayang-bayang saja. Melihat pemandangan seperti itu, jemaat ini berkata bahwa ini adalah pemandangan yang sangat berbeda dengan pemandangan yang ia lihat minggu lalu. Di tempat yang sama, pada jam yang hampir sama, dengan gunung yang sama, namun sebuah pemandangan yang sangat berbeda. Minggu lalu, menurutnya, gunung tersebut terlihat sangat ceria, jelas, setiap lekuknya tertangkap dengan mata telanjang. Mengapa? Karena minggu lalu cuacanya sangat cerah dan matahari sedang keluar dari persembunyiannya. Dapatkah saudara bayangkan ini? Bahkan alampun dapat selalu memberikan nuansa yang baru kepada manusia dan memberikan perasaan agung, megah dan terpesona. Itulah kehebatan Tuhan. Ia selalu memberikan yang baru kepada manusia agar manusia berkembang, bertumbuh dari hari ke hari, tidak monoton dan stagnasi. Selalu ada yang baru untuk dikerjakan dan mengalami pertumbuhan. Bukankah ini juga yang sedang dilakukan dan diusahakan oleh orang-orang marketing di seluruh dunia? Setiap perusahaan membutuhkan inovasi baru, terobosan baru dan produk baru. Jika sebuah perusahaan tidak mampu memberikan sesuatu yang baru, maka perusahaan itu akan segera gulung tikar atau paling tidak kalah bersaing dan tidak dapat memimpin di pasar. Kalau Saudara perhatikan produk Handphone sekarang, maka kita akan selalu terkejut karena dari merek yang sama, selalu akan keluar model atau bentuk yang baru ditambah dengan fitur-fitur baru. Mobil atau motor selalu mengeluarkan model atau bentuk baru setiap tahunnya. Mereka yang dapat memberikan sesuatu yang baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat, maka merekalah yang akan memimpin pasaran. Alkitab mengatakan bahwa barangsiapa yang ada dalam Yesus, ia adalah ciptaan baru! Bayangkan manusia yang ada dalam Yesus menjadi seorang ciptaan baru, diciptakan ulang sebagai seorang manusia dengan model, gaya, kecantikan dan ketampanan yang baru! Bukankah orang tersebut akan menjadi sangat mengesankan? Luar biasa! Oleh sebab itu siapapun yang ada dalam Yesus adalah orang-orang yang menyenangkan, disukai, dicari, dirindukan oleh manusia yang lain karena ia adalah seorang yang selalu baru. Ia akan selalu tampil dengan ide-ide baru, inovasi baru, kreatif dan tidak membosankan. Demikian juga dengan kita hamba-hamba Tuhan. Kita adalah duta besar Kerajaan Surga di dalam dunia ini. Bukankah seharusnya kita menjadi orang-orang yang mewakili Allah agar Ia dikenal dalam dunia ini? Kalau Allah yang kita sembah adalah Allah yang selalu memberikan hal-hal yang baru, bagaimana dengan kita hamba-hambaNya? Seharusnya Gereja menjadi pendorong untuk sebuah perubahan dalam masyarakat. Perubahan yang memimpin pada kebaikan. Ini semua dimulai dari hamba-hamba Tuhan yang menginisiasi perubahan tersebut dengan menyodorkan Injil dengan cara-cara yang dinamis dan kreatif kepada dunia ini. Gereja yang dinamis adalah Gereja yang selalu bergerak dinamis dan kreatif untuk melayani dunia ini agar mereka melihat kualitas dan kehebatan Allah melalui diri anak-anakNya. Kata kuncinya adalah tertanam dalam Dia. Hanya mereka yang melekat pada Tuhan yang akan menyerap semua yang ada pada Tuhan. Kita yang tertanam dalam Dia akan mendapatkan usupan kreatifitas, kekuatan, hikmat, kuasa, dari sumbernya, yaitu Tuhan sendiri. Bagaimana dengan Saudara? Ingin selalu segar dengan yang baru? Tetaplah tertanam dalam Dia. Yang berikutnya adalah kata Season atau waktu atau masa. Pengkotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya, atau masanya. Saya lebih suka mengikuti terjemahan bahasa Inggris yang mengatakan season (musim). Di Indonesia kita hanya mengenal 2 musim, yaitu hujan dan panas. Namun di belahan lain dunia ini ada yang mengalami 4 musim, mulai dari musim dingin, semi, panas dan gugur. Setiap tahun pasti ada pergantian musim yang harus diikuti dengan perubahan cara hidup dari manusia. Mulai dari makanan, pakaian, perumahan, kendaraan, manusia harus menyesuaikan diri dengan musimnya. Jika itu adalah musim dingin, maka manusia sudah seharusnya menggenakan perlengkapan pakaian dingin, makan makanan untuk musim dingin dan melengkapi rumahnya dengan paling tidak penghangat ruangan. Bayangkan jika seseorang tidak mengenal musim apa yang sedang terjadi. Ketika tiba musim panas, ia masih memakai pakaian dingin, dan demikian sebaliknya. Makanan yang dikonsumsi juga menjadi tidak sesuai sehingga menyebabkan sakit. Bukankah ini juga yang dialami bahkan dihidupi oleh banyak orang? Ketika musimnya adalah musim ujian dan seharusnya seorang pelajar mempersiapkan diri dengan belajar secara tekun, ia sebaliknya ia malah berpacaran. Tentu saja ia sedang tidak hidup dalam musimnya. Kekacauan sedang mengintip di depan pintu. Atau yang seharusnya musim ini adalah musim menanam, namun orang hanya bermalas-malas dengan bersenang-senang, berpesta pora, maka pada saat musim menuai ia tidak memiliki apa-apa untuk dituai. Kerugian besar akan terjadi. Kerugian pertama adalah waktu. Seoseorang yang tidak memperhatikan musim akan kehilangan banyak waktu. Pepatah mengatakan bahwa waktu adalah kehidupan. Kehilangan waktu artinya kehilangan kehidupan. Ini yang disebut kehilangan kairos Tuhan. ini yang disebut ketinggalan jaman. Sementara orang sudah sampai di Tanah Perjanjian, ia masih saja berjalan-jalan di padang gurun. Kerugian yang berikutnya adalah ia tidak dapat menikmati sebuah musim baru, karena ia masih hidup dalam musim yang lama. Coba perhatikan kehidupan banyak anak-anak Tuhan yang tidak sampai di mana-mana. Dari tahun ke tahun hidupnya tetap sama. Banyak orang Kristen juga seperti ini. Karena mereka tidak mengikuti musim yang sedang terjadi, maka mereka hanya diam dalam zona nyaman mereka dan akhirnya tidak sampai kemana-mana. Dan banyak pemimpin Gereja seperti ini. Seringkali mereka merasa bahwa mereka sedang hidup sesuai dengan pimpinan Tuhan. Tapi yang sebenarnya adalah mereka tidak mengerti musim yang sedang terjadi. Akhirnya bukannya menjadi kepala, mereka hanya menjadi ekor. Bukannya menjadi pelopor tapi menjadi Gereja yang ikut-ikutan. Ketika ada orang ramai mengadakan KKR, mereka ikut-ikutan mengadakan KKR. Ketika ada yang melakukan gerakan pujian penyembahan, mereka ikut-ikutan tidak mau ketinggalan. Padahal, kalau saja mereka peka terhadap musimnya, mereka tentu saja akan mampu berjalan dengan segala kelengkapan yang Tuhan sudah berikan pada musimnya. Seorang ahli nutrisi berkata kepada saya, bahwa Tuhan menyediakan buah-buahan yang tumbuh pada musimnya untuk mencegah penyakit yang ada pada musim tersebut. Oleh sebab itu jika kita makan buah pada musimnya, maka kita akan tercegah dari penyakit yang ada pada musim tersebut. Wow, sebuah informasi yang memberikan pewahyuan! Demikian juga dengan Gereja. Jika kita dapat membaca musim yang sedang terjadi, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan semua kebutuhan kita pada masa tersebut. Percayalah bahwa Allah kita adalah Allah yang menyediakan. Itu benar! Musim apa yang sedang terjadi sekarang? Mari kita menjadi peka terhadap suara Tuhan sehingga kita dapat hidup di dalamnya, bergerak di dalamnya dan menikmati kegairahan di dalamnya. Saya percaya bahwa Gereja Sidang Jemaat Allah di Indonesia saat ini sedang memasuki sebuah musim baru. Kita harus dapat melihat secara utuh apa yang sedang Tuhan lakukan di dunia ini. Jangan hidup dalam musim yang lama. Jika kita hanya melakukan apa yang biasa kita lakukan dengan cara yang sama, di musim yang lama, maka kita akan selalu mendapatkan hasil yang sama. Mari bersama-sama sebagai Tubuh Kristus yang bergerak dalam organisasi Sidang Jemaat Allah di Indonesia, kita mulai melihat dan memandang musim yang baru. Berani untuk melakukan sesuatu yang baru dan bergerak ke arah yang baru. Mungkin ada juga yang mengatakan bukankah tidak ada yang baru di bawah kolong langit ini? Benar! Sekalipun kita melakukan sesuatu yang lama berulang-ulang, tapi marilah kita melakukannya dengan cara yang baru, pola pikir yang baru. Dengan demikian kita akan mendapatkan hasil yang baru dalam pengurapan yang baru. Jika ini terjadi, maka kegairahan akan Tuhan yang ditunjukkan dalam setiap pelayanan kita kepadaNya akan selalu dirasakan. Kemajuan akan kita lihat, pertumbuhan akan kita alami. Gereja Sidang Jemaat Allah di Indonesia akan menjadi Gereja yang memelopori sebuah kegerakan rohani di bangsa ini. Mari bersama-sama masuk dalam sebuah musim yang baru bersama dengan Tuhan di tahun 2012 ini. Tuhan menyertai kita sekalian.
Pdt. Arif Multi |
KOLOM
| Departemen Penyembahan |
| Departemen Pemuridan |
| Departemen Persekutuan |
| Departemen Pelayanan |
| Departemen Misi & Penginjilan |
| Laporan Wilayah |
| KOLEKSI HUMOR |




