gototopgototop
company logo

HOME

HOME

Pengurus

Bank Account

BCA Juanda, Bogor
'095 3030 001'
a/n GSSJA BPD JABAR

Sekretariat:

Jl. Suryakencana No. 93 Bogor - Indonesia

Telp. (0251) 9149911

Fax. (0251) 8324773

Email: gssja_bpd_jabar@yahoo.co.id

Jam Kerja:

Selasa - Jumat
Pukul 09.00 - 16.00 WIB

Anda Pengunjung ke

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterYesterday28
mod_vvisit_counterThis week197
mod_vvisit_counterThis month513
free counters
Written by Kennedi Sihotang   
Tuesday, 04 October 2011 11:42

UNITY

By Kennedi Sihotang

 

Unity.jpgYesus berdoa dalam Yohanes 17:22-23 “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”Yesus berkata dalam doa-Nya bahwa Bapa memberi Dia kemuliaan dan Yesus melimpahkan kemuliaan itu kepada gereja-Nya untuk tujuan yang spesifik yaitu, agar kita menjadi satu.

Persatuan dan transformasi kota begitu sering dijadikan pokok doa, dan pokok pembicaraan di kalangan hamba-hamba Tuhan/gereja masa kini. Mereka begitu berhasrat untuk bersatu, tetapi kenyataannya gereja bekerja sendiri-sendiri, bahkan setiap gereja memiliki programnya sendiri-sendiri. Memang gereja tidak bertikai, tetapi gereja juga tidak bersatu.

Saya mendapati bahwa satu hal yang paling menghambat kesatuan adalah keangkuhan, dan tiadanya pengertian mengenai persatuan, fungsi persatuan, dan pentingnya persatuan, juga tujuan persatuan. Oleh karena itu, kita perlu memahami apa yang diajarkan Alkitab tentang persatuan.

 

Unity dalam PL

Persatuan pertama sekali disebutkan dalam Alkitab dari sebuah contoh negatif yang tercatat dalam Kitab Kejadian 11. Manusia pada masa itu digambarkan sedang membangun sebuah kota dan menara “untuk kepentingan mereka sendiri” atau “untuk melambungkan nama mereka”. Walaupun demikian, hal ini menarik perhatian Bapa di surga. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan turun untuk melihat kota dan menara yang sedang dibangun. Penduduk kota itu hidup bersatu, berbicara dengan satu bahasa, dan memiliki satu tujuan, yaitu membuat diri mereka terkenal melalui pembangunan proyek raksasa. Melihat persatuan mereka, TUHAN menyimpulkan bahwa “apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana”.Ini, harus menjadi prinsip yang penting bila kita bersatu.

Kebenaran apa yang dapat kita ambil dari gambaran dia atas? Bagi orang yang tidak beriman saja tidak mustahil untuk dapat bersatu, apa lagi bagi gereja Tuhan di masa kini! Bagaimana seandainya kita bersatu, berbicara satu bahasa, dan memiliki satu tujuan? Tentu saja Tuhan dan segenap malaikat di surga dipihak kita! Tidak ada yang mustahil bagi kita! Tidak heran bila iblis begitu menentang persatuan. Selalu dan selamanya, taktik iblis adalah memecahbelah anak-anak Tuhan.

Berbicara tentang persatuan, Mazmur 133 adalah sebuah ayat yang harus direnungkan oleh kita semua.Ayat terakhir dari Mazmur 133 menjelaskan kepada kita bahwa dimana ada persatuan, disitu ada perintah dari Tuhan, sebuah perintah untuk berkat dan keselamatan.Itu artinya, dimana ada persatuan, di situ ada urapan, di situ ada penyegaran, di situ ada berkat, dan ada keselamatan. Haleluya!

 

Unity dalam PB

Dalam Roma 12 dan 1 Korintus, Paulus menggunakan gambaran anggota tubuh manusia untuk memberi contoh bagaimana kita berfungsi bersama-sama. Tubuh akan bertumbuh dan berkembang dengan sendirinya bila setiap bagian melaksanakan tugasnya (Efesus 4). Rasul Petrus juga menekankan hal ini dalam 1 Petrus 2:4-10. Kita dinamakan “rumah rohani”. Sebuah rumah dianggap berguna hanya bila semua elemennya berada di tempatnya dan masing-masing berfungsi: dinding, lantai, langit-langit, pondasi. Jika salah satu tidak elemen tidak ada, rumah itu belum selesai dan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Petrus juga menyebut kita “Imamat rajani.” Dalam Bilangan 3:21-37, kita mendapatkan penjelasan bahwa setiap bani dipanggil untuk melaksanakan tugas khusus yang menjadi tanggung jawab masing-masing.Kaum Gerson harus memelihara layar pelataran dan tirai pintu pelataran.Kaum Kehat bertugas merawat tabut, meja, kendil, mezbah, perkakas tempat kudus yang dipakai untuk menyelenggarakan ibadah, juga tudung di Kemah TUHAN.Kaum Merari memelihara papan Kemah Suci, kayu lintangnya, tiang-tiangnya, alasnya, dan lain-lain. Inilah yang disebut “Unity”.

 

Persatuan adalah Ekspresi Kerajaan Allah.

Jika dunia dapat melihat gereja-gereja bersatu, dunia akan ditarik kepada Juruselamat yang memungkinkan terwujudnya persatuan. Kita menemukan persatuan bila kita lebur menjadi satu dengan Tuhan Yesus. Yesus memperjelas ini ketika Dia berdoa, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” (Yoh. 17:21). Bila hidup lama kita mati dan kita menyerahkan hidup baru kita kepada Yesus Kristus, kita tidak hanya menemukan persatuan dengan Dia, melainkan juga satu dengan yang lain.

 

Resep untuk Persatuan:

 

1. Cari Sudut Pandang Tuhan

Kita harus belajar memahami bahwa jalan Tuhan dan pemikiran Tuhan jauh lebih tinggi dari yang kita miliki.Tanpa sudut pandang Tuhan kita berharap terlalu sedikit dan tidak dapat melihat keadaan sekitar menurut pandangan-Nya. Jadi, kita harus belajar untuk mengijinkan Tuhan melakukan yang Dia inginkan dengan cara yang Dia inginkan.

Kita harus mematahkan pola pikir lama kita dan memperbaharui akal budi kita, juga cara kita berpikir. Itu berarti, banyak jalan orang fasik yang harus kita tinggalkan.Setelah semua ini terjadi barulah kita dapat ditransformasi atau mengalami perubahan. Ketika kita ditrasformasi, gereja Tuhan akan ditrasformasi. Ketika gereja Tuhan ditrasformasi, kota kita juga akan ditrasformasi. Ini dimulai dengan menyatukan pandangan kita dari sudut pandang Tuhan.

 

2. Berbicara dengan Bahasa Persatuan

Dalam 1 Korintus 1 kita membaca mengenai perselisihan oleh karena orang Kristen menggolongkan dirinya berdasarkan siapa yang membawa mereka kepada pertobatan.Ada yang mengklaim dirinya dari golongan Petrus, ada yang dari golongan Apolos, dan ada juga yang dari golongan Paulus.Akan tetapi ada seorang yang mengatakan, “Aku dari Kristus”.Jadi, jawaban yang menghadirkan persatuan adalah, “KAMI dari golongan Kristus.”

 

3. Aktifkan Iman Melalui Ketaatan

Pada umumnya orang Kristen ingin melihat kotanya ditrasformasi oleh Tuhan.Namun instrument yang Tuhan gunakan yaitu gereja, seringkali tidak bersatu.Ada pemimpin dan pelayan Tuhan yang terlihat sudah bergerak ke luar dengan iman dan kuasa, tetapi bukan sebuah gereja-kota yang bersatu.Apa lagi gereja terkesan kekurangan iman untuk gerakan trasformasi kota. Jadi, ketaatan merupakan salah satu faktor untuk bersatu, yang akan menarik hadirat Tuhan dan kemuliaan Tuhan.

 

4. Hidup dengan Rendah Hati.

Kerendahatian adalah kunci dari bentuk ketaatan yang akan menarik hadirat Tuhan. Karena kerendahatian adalah ketergantungan total pada Tuhan, suatu pengertian yang lengkap bahwa tanpa Dia kita tidak dapat melakukan apapun. Tuhan memiliki kunci kota serta komunitas kita masing-masing. Dia yang punya jawaban dan yang akan menunjukkan kepada kita caranya. Kita tahu ini, karena Tuhan ingin berdiam ditengah-tengah umat-Nya.

Hati kita perlu seperti hati Samuel kecil. Ia selalu tidur disebelah tabut sehingga dapat mendengar Tuhan. Sebaliknya, Elia tidur “di tempat yang biasa.” Ditambah kehidupan Eli yang sarat dengan hal-hal yang duniawi, yang membuat firman Tuhan “jarang” diberikan semasa itu.Sehingga semua orang Israel menanggung konsekuensinya (1 Sam. 3:1-3).

Yang menyedihkan, banyak hamba Tuhan yang bertipe Imam Eli pada masa kini. Jika hidup kita sarat dengan hal-hal yang duniawi, kita akan kehilangan visi dan menjadi lamban untuk mendengar suara Tuhan. Kita perlu belajar untuk “tidur disebelah tabut,” yaitu dekat dengan hal-hal yang berasal dari Tuhan sepanjang waktu.Jadi, kerendahan hati adalah langkah untuk menghadirkan hadirat-Nya. Kerendahan hati adalah langkah untuk membuka pintu-pintu surga untuk hidup, kota, dan bangsa kita.

Gereja Tugan tidak akan pernah melihat kemuliaan Tuhan di bumi kecuali gereja-Nya merendahkan diri dihadapan Tuhan, yaitu bergantung sepenuhnya pada Dia, mempelajari jalan serta rencana-Nya, dan melakukan kehendak-Nya.

 

Sasaran Persatuan

Sasaran persatuan adalah… “agar dunia tahu…” (Yoh. 17:23). Jika kita membuat persatuan sebagai sasaran utama bagi gereja-gereja masa kini, itu berarti kita tidak memahami rencana Tuhan bagi gereja-Nya. Ingat! Persatuan bukan suatu akhir, melainkan sebuah sarana untuk mencapai akhir itu.

 

News Flash from Jabar

Telah lahir
  1. “Michaelia Kriatiara“ Putri dari Pdm. Hilman Kristiara tgl. 26  Maret 2012
  2. “Gladys Gabriela Sulistyo”  Putri dari pasangan  Pdp. Anton Sulistyo dan Pdp Erni tgl. 12 April 2012
  3. “Regina”  Putri dari pasangan  Pdp.Ksaipan Von Ndede dan Pdp Maria Sinulingga tgl. 13 April 2012

Lomba Cipta Lagu 2012


Chat with Admin




Powered by GSJAJabar!. Designed by: ThemZa themes ntc hosting Valid XHTML and CSS.